googleac24f7d3829894b6.html

Sebelumnya, saya hendak mengajak saya pribadi untuk mendawamkan amalan ini, dan semoga Allah menganugerahkannya amalan ini agar jadi kebutuhan saya dan Anda. Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) yang terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.
Tidak percaya?
Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. “Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya Anda terbebas dari infeksi dan kanker”. Beliau melontarkan pernyataanya itu dalam desertasinya yang berjudul ‘Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan Perubahan Response Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi”.
Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya. Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah shalat tambahan atau sholat sunah. Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi coping).
Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati wajib). Ia menitik beratkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan. Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.
Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. “Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Begitu sebali knya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.
Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11 rakaat, masing masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika). Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil.
“Jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi. Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress.” Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.
Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita?
Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik yang bernama “Pengobatan Melalui Al Qur’an” Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam)dan sebagainya. Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam, maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal.
Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang 5 waktu yang di wajibkan oleh Islam.
Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya” karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.
Kesimpulannya: Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial masyarakat saat ini.
Anda ingin beramal shaleh? Tolong kirimkan kepada rekan-rekan muslim lainnya yang Anda kenal.

BAB I

BARISAN DAN DERET

 

Pernahkah kamu jalan-jalan melewati perumahan? Atau kamu s endiri tinggal di perumahan? Coba perhatikan penomoran rumahnya. Pemberian nomor pada rumah sering kita jumpai adanya nomor ganjil dan nomor genap. Tahukah kamu bilangan ganjil dan bilangan genap? Tuliskanlah. Pada bilangan ganjil dan bilangan genap terdapat pola bilangan. Coba kamu cari sesuatu yang membentuk pola bilangan. Tuliskan dalam buku latihanmu.

Dalam bab ini kita akan mempelajari tentang pola bilangan.

 

  1. Pola Bilangan, Barisan dan Deret

a.       Pola bilangan

Perhatikan deretan bilangan-bilangan berikut:

a. 1 2 3 …

b. 4 9 16 …

c. 31 40 21 30 16 …

Deretan bilangan di atas mempunyai pola tertentu. Dapatkah anda menentukan bilangan yang belum diketahui sesuai dengan aturan yang

dipunyai?

Pada a, bilangan ke 4 adalah 4, sebab deretan bilangan nomor 1, mempunyai

aturan: bilangan ke 2 = 1 + 1 = 2,

      bilangan ke 3 = bilangan ke 2 + 1 = 2 + 1 = 3.

Jadi bilangan ke 4 = bilangan ke 3 + 1 = 3 + 1 = 4.

Pada b, bilangan ke 4 adalah 25, sebab deretan bilangan nomor 2,

mempunyai aturan: bilangan ke 1 = (1 + 1)2 = 2 2 = 4,

  bilangan ke 2 = (2 + 1)2 = 3 2 = 9,

  bilangan ke 3 = (3 + 1)2 = 4 2 = 16.

 Jadi bilangan ke 4 = (4 + 1)2 = 5 2 = 25.

Pada c, bilangan ke 6 adalah 25, sebab deretan bilangan nomor 3,

mempunyai aturan: bilangan ke 3 = bilangan pertama – 10 = 31 – 10 = 21,

bilangan ke 4 = bilangan ke 2 – 10 = 40 – 10 = 30, bilangan ke 5 = bilangan ke 3 – 5 = 21 – 5 = 16,.

Jadi bilangan ke 6 = bilangan ke 4 – 5 = 30 – 5 = 25.

Aturan yang dimiliki oleh deretan bilangan di atas disebut pola bilangan

pada deretan itu. Pola sebuah deretan bilangan tidak tunggal. Sebagai

contoh, pada deretan bilangan nomor 2, bilangan ke n = (n + 1)2 dengan n

= 1, 2, 3, 4.

Tidak semua pola bilangan dapat dirumuskan secara singkat dengan kata-kata yang langsung memperlihatkan pola yang dimaksud seperti kedua contoh tadi. Misalnya, sungguh sulit kita merumuskan pola bilangan-bilangan 5, 7, 11, 17, 25 secara singkat dengan kata-kata. Oleh karenanya pola bilangan dapat dirumuskan dengan cara-cara lain.

Misalnya:

Bilangan-bilangan 1, 3, 6, 10, … disebut bilangan-bilangan segitiga, karena setiap kali dapat digambarkan dengan bulatan-bulatan yang tersusun dalam pola segitiga.

 

 

Gambar 1.1 (buku Smk FC)

 

 

 

Selain itu pola bilangan dapat juga dirumuskan dengan kalimat matematika. Rumusan pola bilangan dengan kalimat matematika dapat ditentukan setelah sekian banyak bilangan berpola sama ditata secara urut.

Rumusan pola bilangan dengan kalimat matematika adalah rumusan yang menyatakan hubungan antara setiap bilangan dengan nomor urutnya.

 

b.      Barisan

Perhatikan bilangan-bilangan yang disusun secara urut berikut ini:

Bilangan ganjil: 1, 3, 5, 7, 9, …

Bilangan segitiga: 1, 3, 6, 10, 15, …

Bilangan Fibonacci: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, …

Bilangan ganjil, bilangan segitiga dan bilangan Fibonacci yang disusun secara urut merupakan barisan bilangan. Jadi, barisan bilangan adalah sekumpulan bilangan-bilangan dengan pola yang sama dan tertata secara urut.

Disetiap nomor urut terdapat satu bilangan yang unik. Oleh karena itu, barisan bilangan sering pula disebut sebagai fungsi dengan daerah asal (domain) himpunan bilangan asli yang anggota-anggotanya menyatakan nomor urut suku.

      Setiap bilangan dalam sustu barisan bilangan disebut suku dan biasa dilambangkan dengan Un (n menyatakan nomor urut suku). Jadi,

 

 

c.       Deret

Diketahui barisan bilangan 1, 4, 7, 10, 13, … penjumlahan suku-suku barisan itu, yaitu 1 + 4 + 7 + 10 + 13 + … disebut deret bilangan.

Bila U1, U2, U3, U4, U5, … disebut barisan bilangan,

maka U1 + U2 + U3 + U4 + U5 + … disebut deret bilangan. Nilai deret bilangan hingga n buah suku pertama biasa dilambangkan dengan Sn.

 

  1. Notasi penulisan deret

Perhatikan jumlahan bilangan-bilangan berikut.

1. 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7.

2. 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12.

3.

4. 1 + 3 + 5 + 7 + 9.

Jumlahan bilangan-bilangan dari deretan bilangan yang mempunyai pola

dapat dituliskan dengan notasi ” ”(dibaca: sigma).

Notasi Sigma dilambangkan dengan
Dibaca : jumlah bilangan dari mulai suku ke-i = m sampai ke-i = n
Untuk menuliskan jumlah bilangan asli dari suku pertama sampai suku ke-10 dapat ditulis :
 = 1 + 2 + 3 + … + 10
Jumlah bilangan ganjil dari suku ke-5 sampai ke-10 ditulis :
 = 9 + 11 + … + 19

 

 


Sifat-sifat Notasi Sigma
1.
 = na

2.

= a1 + a2 + … + an

3. = a

4.

= 1 + 2 + 3 +… + n

5. =  
6.
= +

 

 

  1. Barisan dan Deret Aritmatika

1.      Barisan Aritmatika

Perhatikan barisan-barisan berikut:

1, 4, 7, 10, … dan

100, 90, 80, 70, …

Barisan pertama dan kedua merupakan barisan aritmatika. Pada setiap barisan bilangan di atas, beda dua suku yang berurutan selalu tetap (konstan).

 

Suatu barisan U1, U2, U3, … Un, disebut barisan aritmatika jika untuk setiap nilai n bilangan asli berlaku:

U2 – U1 = U3 – U2 = … = Un – Un-1 = b, dengan b suatu tetapan yang tidak bergantung pada n.

 

Jadi, barisan aritmatika adalah suatu barisan bilangan yang suku beriktnya diperoleh dengan menambah atau mengurangi dengan suatu bilangan yang tetap kepada suku sebelumnya. Bilangan yang tetap itu disebut selisih atau beda. Apabila bedanya positif, maka barisan itu naik. Apabila bedanya negative, maka barisan itu turun.

 

2.      Menentukan Rumus Suku ke-n Barisan Aritmatika.

Jika suku pertama U1, kita misalkan a, beda kita misalkan b, dan suku ke-n kita misalkan Un maka barisan aritmatika ditulis sebagai berikut:

 

Gambar 1.2 (kelas Ix hal 171)

 

 

Rumus suku ke-n suatu barisan aritmatika adalah

                                    Un = a + (n – 1)b

 

Sifat-sifat suku ke-n

Un = a + (n – 1) b = a + bn – b = bn + (a – b).

Jadi, suku ke-n suatu barisan aritmatika adalah fungsi linier dari n, dengan n bilangan asli.

           

3.      Menentukan Jumlah n Suku dari Deret Aritmatika

Pada bahasan sebelumnya kamu sudah mempelajari barisan aritmatika. Jika suku-suku barisan aritmatika kita jumlahkan, maka deret tersebut disebut deret aritmatika.

 

Jika U1, U2, U3, … Un adalah suku-suku barisan aritmatika, maka U1 + U2 + U3 + U4 + U5 + … disebut deret aritmatika.

 

Jika jumlah n suku pertama deret aritmatika itu kita lambangkan dengan Sn, maka Sn = U1 + U2 + U3 + U4 + U5 + … Un.

Seorang matematikawan Karl Friedrech Gauss (1777 – 1855) ketika di sekolah dasar, gurunya meminta dia untuk menjumlahkan seratus bilangan asliyang pertama. Gauss memberikan jawaban dalam beberapa detik, dia menjawab sebagai berikut:

 

S100   = 1 + 2 + 3 + … + 99 + 100

S100   = 100 + 99 + … + 2 + 1

                                                                           +      

2S100 = 1001 + 101 + 101 + … + 101 + 101

2S100 = 100 + 101

 

 

Jadi, jumlah seratus bilangana asli yang pertama adalah 5050.

Kita dapat mencari rumus untuk jumlah n suku pertama (Sn), dari deret aritmatika, yaitu:

 

 Atau

Sn = a + (a + b) + (a + 2b) + … + (Un – 2b) + (Un – b) + Un.

Kemudian urutan suku-suku dijumlahkan dan dibalik sehingga:

 

Sn = a + (a + b) + (a + 2b) + … + (Un – 2b) + (Un – b) + Un.

Sn = Un + (Un – b) + (Un – 2b) + … + (a + 2b) + (a + b) + (a + 2b) + a

                                                                                                                             +

2Sn = (a + Un) + (a + Un) + (a + Un) + … + (a + Un) + (a + Un) + (a + Un)

 

Gambar 1.3 hal 174

                        Penjumlahan n suku, tiap sukunya (a + Un)

 

                                    2Sn = n (a + Un)

                                      Sn =

 

Jumlah n suku pertama deret aritmatika adalah

  Sn = atau  Sn =

 

Catatan :

Un = a + (n – 1)b

Sifat-sifat  Sn = =  =

Jadi, Sn merupakan fungsi kuadrat dari n dengan n bilangan asli.

 

Contoh 1.1

Tentukan jumlah 25 suku pertama deret 3 + 6 + 9 +….

Penyelesaian:

Deret 3 + 6 + 9 +…. adalah deret aritmatika dengan a = 3 dan b = 3. Oleh

karena itu dengan menggunakan rumus Sn =  

diperoleh  S25   = [2(3) + (25 -1)(3)]

           = [6 + 24(3)]

            = (6 + 72)

= 25 (39)

= 975.

Jadi jumlah 25 suku pertama dari deret 3 + 6 + 9 +…. adalah 975.

 

Contoh 1.2

Tentukan jumlah semua bilangan ganjil antara 50 dan 100.

Penyelesaian:

Diketahui a = 51, b = 2, dan Un = 99.

Untuk mencari jumlah semua bilangan ganjil di antara 50 dan 100, pertama-tama

kita cari dulu banyaknya bilangan ganjil di antara 50 dan 100, yaitu n

dengan menggunakan rumus:

Un = a + (n – 1) b

99 = 51 + (n – 1)(2)

99 = 51 + 2n – 2

99 = 49 + 2n

2n = 99 – 49

n = 25.

Selanjutnya dengan rumus jumlah n suku pertama suatu barisan aritmatika,

Sn =

diperoleh:

    S25   = [2(51) + (25 -1)(2)]

= 25(51 + 24)

= 25(75)

= 1.875.

Jadi jumlah semua bilangan ganjil antara 50 dan 100 adalah 1.875.

 

Contoh 1.3

Ditentukan deret aritmatika 1 + 4 + 7 + 10 + …

Carilah :

a.       rumus suku ke-n,

b.      rumus jumlah n suku pertama, dan

c.       jumlah 20 suku pertama.

Penyelesaian:

a.       Diketahui a = 1, dan b = 3

Un = a + (n – 1)b

     = 1 + (n – 1)3

     = 3n – 1

 

b.      Jumlah n suku pertama

  Sn =

             =

             =

      

c.       Jumlah 20 suku pertama

 

 

= 600 – 10 = 590

                       

                        Jadi, jumlah 20 suku pertama adalah 590.

 

Contoh 1.4

Hitunglah jumlah deret aritmatika 3+ 8 + 13 + … + 98

 

Penyelesaian:

Diketahui n = 3, b = 5 dan Un = 98

Un = a + (n – 1)b

98 = 3 + (n – 1)5

98 =  5n – 2

5n – 2 = 98

5n = 100

n = 20

S20 =

Sn =

     = 1010

Jadi, Sn adalah 1010

 

Latihan mandiri 1.1

1.      Carilah jumlah 60 suku pertama pada tiap deret berikut!

a.       1 + 3 + 5 + 7 + …

b.      80 + 70 + 60 + …

c.       -4 – 5 – 6 -7 …

d.      3,5 + 3,7 + 3,9 + …

e.       3 + 8 + 13 + …

2.      Carilah jumlah untuk tiap deret berikut

a.       2 + 4 + 6 + … + 100.

b.      1 + 3 + 5 + … + 21.

c.       15 + 12 + 9 + … – 36.

d.      29 + 33 + 37 + … + 109.

e.       45 +

3.      Carilah n jika

a.       1 + 2 + 3 + … + n = 120.

b.      3 + 5 + 7 + … + (2n – 1) = 960.

c.       3 + 6 + 9 + … + n = 165.

4.      Berapakah banyaknya bilangfan yang menyusun deret 5 + 7 + 9 + … yang jumlahnya 192.

5.      hitunglah jumlah semua bilangan asli

a.       antara 20 dan 100 yang habis dibagi 3.

b.      Antara 52 dan 150 yang habis dibagi 5.

6.      Jumlah 9 suku pertama sama dengan 225 dan suku yang ke-7 adalah 38. Carilah suku pertama, kedua, dan suku terakhir.

7.      jumlah suku pertama dengan suku ke-13 dari deret aritmatika adalah 44. jumlah suku ke 7 dengan suku ke-10 adalah 50.

a.       Carilah suku pertama, beda, dan suku terakhir.

b.      Jumlah 25 suku pertama.

 

  1. Barisan dan Deret geometri

1.      Pengertian barisan geomatri

Perhatikan contoh barisan geometri berikut

a.       2, 4, 8, 16, … rasionalnya

b.      2, -6, 18, -54, … rasionalnya

c.       320, 80, 20, 5, … rasionalnya

Barisan tersebut merupakan barisan geometri. Pada setiap barisan bilangan di atas, pembanding dua suku yang berurutan selalu tetap (konstan).

 

Suatu barisan U1, U2, U3, … Un, disebut barisan geometri jika untuk setiap nilai n bilangan asli berlaku:

dengan r suatu tetapan yang tidak bergantung pada n.

Jadi, barisan geometri adalah barisan bilangan yang tiap sukunya diperoleh dari suku sebelumnya dengan mengalikan atau membagi dengan suatu bilangan tetap. Bilangan tetap itu disebut pembanding atau rasio yang dilambangkan dengan huruf r.

Jika  > 1, artinya r < -1 atau r > 1, maka suku-suku barisan geometri itu semakin besar. Barisan tersebut dinamakan barisan geometri naik (contoh a dan b). Jika  < 1, artinya -1 < r < 1, maka suku-suku barisan geometri itu semakin kecil. Barisan tersebut dinamakan barisan geometri turun (contoh c dan d).

 

2.      Menentukan Rumus Suku ke-n Barisan Geometri

Jika suku pertama U1, dinyatakan dengan a dan perbandingan dua suku berurutan adalah rasio yang dinyatakan dengan r dan suku ke-n dinyatakan dengan Un, maka kita dapat merumuskanya dengan:

 

 

 

Dari bentuk di atas, kita peroleh suatu barisan geometri, pada umumnya sebagai berikut,

 

 

Gambar 1.4 hal 177

 

Dari keterangan di atas, dapat kita simpulkan rumus ke-n dari barisan geometri adalah Un = arn-1

Sifat-sifat suku-suku ke-n barisan geometri Un = arn-1 adalah fungsi eksponen dari n.

3.      Deret Geometri

Jika a, ar, ar2, ar3, … arn-1 adalah barisan geometri, maka

a + ar + ar2 + ar3 +  … arn-1 disebut deret geometri.

Deret geometri adalah penjumlahan suku-suku dari barisan geometri.

Kalau jumlah n suku pertama deret geometri kita lambangkan dengan Sn, maka dapat ditulis:

Sn = a + ar + ar2 + ar3 +  … arn-1

Kita kalikan persamaan di atas dengan r, diperoleh

r Sn = ar + ar2 + ar3 + ar4 + … arn-1 + arn

kita kurangkan

Sn = a + ar + ar2 + ar3 +  … arn-1

r Sn = ar + ar2 + ar3 + ar4 + … arn-1 + arn

                                                                                     

Sn – r Sn = a – arn

(1 – r)Sn = a(1 – rn)

             

 

Dengan demikian, jumlah n suku pertama deret geometri dapat ditentukan dengan rumus:

                   rumus untuk barisan turun atau  < 1,

dan             rumus untuk barisan naik atau  > 1.

 

 

Contoh 1.5

Apakah barisan-barisan berikut merupakan barisan geometri. Jika merupakan

barisan geometri, tentukan rasionya.

a. 2, 4, 8, 16, ….

b. 3, 5, 7, 9,…….

Penyelesaian:

a. 2, 4, 8, 16, …. adalah barisan geometri dengan rasio 2, sebab

b. 3, 5, 7, 9,…. bukan deret geometri, sebab

.           Contoh 1.6

Carilah jumlah tujuh suku pertama pada deret geometri 4 + 12 + 36 + 108 + …

 

Penyelesaian:

4 + 12 + 36 + 108 + …

 

,           S7 = 4372

Jadi, jumlah 7 suku pertama deret geometri adalah 4372.

 

Contoh 1.7

Carilah jumlah dari deret geometri 2 + 6 + 18 + … + 4374

 

Penyelesaian:

Barisan geometri 2 + 6 + 18 + … + 4374

a = 2 dan r = 3

Un = arn-1

2 . 3n-1 = 4374

3n-1 =

3n-1 = 2187

3n-1 = 37

n – 1 = 7

n = 8

 

             S8

                 = 

     = 6560

Jadi, jumlah 8 suku pertama deret geometri adalah 6560.

 

Latihan mandiri 1.2

  1. Carilah jumlah 8 suku pertama padas setiap deret geometri berikut!
    1. 1 + 2 + 4 + …
    2. 5 + 15 + 45 + …
    3. 2 – 6 +18 – …
    4. 80 + 40 + 20 + …
  2. Carilah jumlah tiap deret geometri berikut!

 

  1.  
    1. 6 + 12 + 24 + … + 384
    2. 4 + 2 + 1 + … +
    3. 1 –  +  – … +
  2. Carilah n jika:
    1. 2 + 4 + 8 + … + 2n = 510
    2.  +  +  … +
  3. Satuan barisan geometri diketahui U2 = 6 dan U6 = 486, carilah rasio, suku pertama dan jumlah 8 suku pertama
  4. Suatu barisan geometri diketahui r = 2, n = 8, dan Sn = 1275, carilah nila a.
  5. Suatu barisan geometri diketahui a = 5, r = 3, dan Sn = 200. carilah n.

 

 

  1. Deret Geometri Tak Hingga

 

Pada deret geometri, untuk n ~ maka deret tersebut dikatakan deret geometri tak berhingga. Jadi,

Deret Geometri tak berhingga adalah penjumlahan dari

U1 + U2 + U3 + … Un ,  atau jika ditulis dengan notasi adalah
= a + ar + ar² ………………
n=1

dimana n
à ~ dan -1 < r < 1 sehingga rn à 0

Deret tersebut akan konvergen (mempunyai jumlah) jika  -1 < r < 1, dan mempunyai jumlah :
  dengan -1 < r < 1

 

Bila r tidak terletak pada -1 < r < 1, maka deret tersebut akan divergen (tidak mempunyai jumlah)

 

 

 

 

 

      Contoh 1.8

            Tentukan jumlah deret geometri berikut.

4 + 2 + 1 +

Penyelesaian:

Deret: 4 + 2 + 1 +  adalah deret geometri dengan a = 4 dan r =  < 1. J     umlah deret geometri itu adalah

  =

 

 

  1. Penerapan Konsep Deret Aritmatika dan Deret Geometri untuk Memecahkan Masalah

Untuk menyelesaikan soal-soal cerita terlebih dahulu kita susun ke dalam bentuk barisan bilangan, lalu kita lihat apakah barisan itu termasuk barisan aritmatika atau geometri. Kemudian selesaikan dengan menggunakan rumus yang sesuai.

 

Untuk itu diingatkan lagi sifat-sifat deret aritmatika maupun geometri.

 

Deret aritmatika

Un = a + (n – 1)b

  Sn =

 

Deret Geometri

Un = arn-1

 untuk  < 1 dan  untuk  > 1.

 

Contoh 1.9

Dalam suatu gedung pertunjukan terdapat 30 kursi pada baris pertama dan setiap baris berikutnya memuat empat kursi lebih banyak dari baris di depanya. Bila dalam gedung itu terdapat sepuluh baris kursi. Tentikanlah:

  1.  
    1. banyaknya kursi pada baris ke-10.
    2. banyaknya kursi dalam gedung itu.

 

Penyelesain:

a.       barisanya adalah 30, 34, 38, 42, … adalah barisan aritmatika

U10 = a + (n – 1)b

                = 30 + (10 – 1)4 = 30 + 36 + = 66

Jadi, banyaknya kursi pada baris ke-10 adalah 66 kursi.

        

 

b.      Kita gunakan rumus deret aritmatika

S10 =

 

                       =

                  Jadi, banyaknya kursi pada gedung itu ada 480 kursi.

     

Contoh1.10

Mulai tahun 2000, Pak Arman mempunyai kebun tebu. Penghasilan kebun

tebu Pak Arman pada akhir tahun 2000 adalah Rp 6.000.000,-. Mulai tahun

2001, Pak Arman memupuk kebun tebunya dengan pupuk kandang. Pak

Arman memperkirakan bahwa setiap akhir tahun, penghasilan kebun tebunya

naik Rp 500.000,-. Berapa perkiraan penghasilan kebun tebu Pak Arman pada

akhir tahun 2005?

 

Penyelesaian:

Misalkan:

a = penghasilan kebun tebu Pak Arman pada akhir tahun 2000.

b = perkiraan kenaikan penghasilan kebun tebu Pak Arman setiap akhir

tahun.

P2005 = perkiraan penghasilan kebun Pak Arman pada akhir tahu 2005.

Jadi a = Rp 6.000.000,-, b = Rp 500.000,-, dan P2005 akan dicari.

Karena perkiraan kenaikan penghasilan kebun tebu Pak Arman setiap

akhir tahun adalah tetap, maka untuk menentukan penghasilan kebun Pak

Arman pada akhir tahun 2005, kita dapat menerapkan rumus unsur ke n dari

barisan aritmatika dengan

U1 = a = a = Rp 6.000.000,-, b = Rp 500.000.

P2005 = U6 = a + 5b

     = 6.000.000 + 5(500.000)

           = 6.000.000 + 2.500.000

           = 8.500.000.

Jadi perkiraan penghasilan kebun tebu Pak Arman pada akhir tahun 2005

adalah Rp 8.500.000,-

 

Latihan mandiri 1.3

  1. pak Imam mempunyai sebidang tanah yang ditanami pohon mangga, karena bentuk tanahnya miring, maka pad baris pertama ditanami 75 pohon mangga, paris kedua 70 pohon, baris ketiga 65 pohon dan seterusnya berkurang lima pohon dari baris sebelumnya. Jika pada baris terakhir yang ditanam lima pohon mangga, hitunglah:
    1. banyaknya baris yang ditanami pohon mangga.
    2. Jumlah pohon mangga yang ditanami sebelumnya.
  2. Suatu tali dibagi menjadi enam bagian dengan panjang yang membentuk suatu barisan geometri. Jika yang paling pendek adalah 3 cm dan yang paling panjang 96 cm, maka tentukan panjang tali semula!
  3. Pada tahun pertama seorang karyawan mendapat gaji pokok Rp300.000,00

sebulan. Jika setiap tahun gaji pokoknya dinaikkan sebesar Rp25.000,00

maka jumlah gaji pokok karyawan tersebut selama 10 tahun pertama adalah ….

 

  1. Pak Marasabesi mempunyai uang simpanan uang di bank sebesar Rp. 750 juta, ia mmengambil simpanan di bank dengan menggunakan cek setiap bulanya, pengambilan pertama Rp. 10 juta, kemudian Rp. 15 juta, dan seterusnya setiap pengambilan Rp. 5 juta lebih banyak dari sebelumnya. Dalam berapa bulan uang pak Marasabehi dapat terambil seluruhnya?(biaya administrasi tidak ada)
  2. pak Anton membeli mobil baru seharga Rp. 165 juta. Ia memperkirakan harga jual mobil akan turun sebesar 15% dari harga beli untuk setiap tahunya. Tentukan harga jual mobil pak Anton jika ia menjual mobil tersebut setelah 6 tahun?
  3. pada tahun 2000 ningsih diterima bekerja di sebuah perusahaanswasta dengan gaji Rp. 2.500.000,00 per bulan. Perusahaan itu memberikan bonus akhir tahun pada karyawanya sebesar 15% gaji untuk tahun pertama. Akhir tahun kedua menerima gaji dua kali lipat bonus tahun pertama dan seterusnya.
    1. berapakah bonus yang diterima Ningsih akhir tahun 2004?
    2. Berapa banyak bonus yang akan diterima Ningsih selama 10 tahun?
  4. pada perayaan kemerdekaan RI bulan Agustus yang lalu di perumahan CITRA diadakan lomba panjat pinang dengan ketinggian 6 meter. Seorang peserta memulai memanjat dari bawah. Setiap satu meter ia memanjat memerlukan waktu 6 menit dan ia merosot ½ meter juga dalam 6 menit, demikian seterusnya. Hitunglah waktu yang dibutuhkan peserta itu untuk mencapai ketinggian 6 meter.
  5. seorang karyawan teladan mendapat gaji seperti pada table di bawah ini.

Bulan ke-

Gaji (Rp)

1

400.000

2

500.000

3

600.000

4

700.000

 

a.       berapa gajinya pada bulan desember?

b.      Berapa total gaji yang diterimanya selama satu tahun?

 

 

 

RANGKUMAN

 

  • Barisan U1, U2, U3, …, Un, …. disebut barisan aritmatika jika Un – Un-1 = konstan.
  • Un disebut unsur ke n barisan itu, dan konstanta tersebut disebut beda, yang dinotasikan dengan b.
  • Jika U1, U2, U3, …, Un, …. merupakan barisan aritmatka dengan beda b

dan unsur pertama U1 = a, maka rumus unsur ke n dari barisan itu adalah

Un = a + (n – 1)b

  • Jika U1, U2, U3, …, Un, …. merupakan barisan aritmatka, maka

U1 + U2 + U3 + … + Un, ….

disebut deret aritmatika. Un disebut suku ke n dari deret itu.

  • Jumlah n suku deret aritmatika dengan beda b dan unsur pertama U1 = a

adalah

Sn = n[2a + (n -1)b].

 

Ø      Barisan U1, U2, U3,…, Un,… disebut barisan geometri jika  konstan,

dengan n = 2, 2, 3,….

Ø      Konstanta pada barisan geometri di atas disebut rasio dari barisan itu dan sering dinotasikan dengan r.

Ø      Rumus unsur ke n barisan geometri U1, U2, U3, U4,…, Un,…. dengan U1 = a dan rasio r adalah Un = arn-1

Ø      Jika U1, U2, U3, …, Un,…. merupakan barisan geometri dengan unsure pertama adalah a = U1 dan rasio r, maka U1 + U2 + U3 + … + Un  disebut deret geometri dengan Un = arn-1

Ø      Rumus jumlah n suku pertama deret geometri dengan suku pertama a dan rasio r adalah  untuk  < 1 dan  untuk  > 1.

Ø      Jumlah tak hingga suatu deret geometri dengan suku pertama a dan rasio r adalah   dengan -1 < r < 1

Bila r tidak terletak pada -1 < r < 1, maka deret tersebut akan divergen (tidak mempunyai jumlah)

 

 

 

 

UJI KOMPETENSI

 

I.       Pilihlah satu jawaban yang paling tepat, dan kerjakan di buku latihanmu!

  1. Tentukan bilangan yang belum diketahui sesuai dengan pola yang dimiliki pada deretan bilangan 1, 1, 2, 3, 5, 8, ….

a.       13

b.      11

c.       15

d.      12

e.       16

 

  1. tentukan lima unsure pertama pada barisan jika Un = 5n + 3

a.       9 14 19 24 29

b.      8 13 18 23 29

c.       8 13 18 23 28

d.      9 14 19 24 28

e.       8 13 19 24 28

 

  1. Tuliskan deret yang dibentuk oleh barisan dengan unsur ke n nya

Adalah

a.      

b.     

c.      

d.     

e.      

  1. Tentukan unsur ke n dari barisan 2, 5, 8, 15, 24, ….

a.      

b.     

c.      

d.     

e.      

  1. Tentukan nilai dari

a.       27

b.      28

c.       29

d.      30

 

  1. Suku ke 5 suatu deret aritmatika adalah 22, jumlah suku ke 7 dengan suku ke 2 adalah 39. Tentukan jumlah 5 suku pertamanya!

a.       55

b.      60

c.       65

d.      70

e.       75

 

  1. Hitunglah 30 + 25 + 20 + … + (-40)

a.       125

b.      148

c.       155

d.      150

e.       215

 

  1. Carilah rasio dari barisan berikut ini

7, 0.7, 0.07, …

a.       0.1

b.      0.001

c.       1

d.      0.01

e.       10

 

  1. Tentukan nilai n jika

a.       5

b.      6

c.       8

d.      9

e.       7

 

  1. Hitunglah 1 + 2 + 4 + … + 32

a.       49

b.      81

c.       64

d.      100

e.       121

 

II.    Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

1.      Tentukan suku pertama dan beda dari barisan aritmatika yang mempunyai:

a.       U6 = 5; U12 = -13.

b.      9. U13 = 8; U17 = 48.

c.       10. U7 = 14; U10 = 20.

 

2.      Diketahui jumlah tak hingga dari deret geometri adalah 8, sedangkan

jumlah dari suku-suku genapnya sama dengan 2. Tentukan suku pertama dan rasio dari deret tersebut.

 

3.      Tentukan jumlah sepuluh suku pertama dari deret:

a.       100 + 95 + 90 + …

b.      8. –3 – 6 – 12 – 24 – …

 

4.      sebuah bola menggelinding dari puncak sebuah bukit, makin lama makin cepat. Menurut catatan, bola tersebut menggelinding seperti pada table berikut.

Detik ke-

Jauh Bola (m)

1

1

2

3

3

5

4

7

a.       Berapa jauh bola menggelinding pada detik ke sepuluh?

b.      Setelah 20 detik, berapa jarak bola dari titik awal?

 

5.      Dalam suatu penyelidikan diketahui bahwa sebuah sel bakteri khusus berkembang biak 2 kali lipat tiap menit. Jika semuala ada 100 sel untuk penyelidikan, maka jumlah ssel bakteri setelah 4 menit adalah….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

SUDUT

 

A.     Pengertian Sudut

Pernahkah kamu memperhatikan kendaraan yang melewati jalan layang? Pada saat memasuki jalan laying, kendaraan akan menanjak mengikuti kemiringnan jalan. Kemiringan jalan laying dengan permukaan jalan raya harus dibuat dengan ukuran yang sesuai. Ketidakakuratan ukuran sudut karena kemiringan jalan laying dengan permukaan jalan raya akan berakibat fatal bagi pengguna jalan raya.

Sudut dibentuk dari dua sinar yang titik pangkalnya berimpit. Sinar digambarkan berupa garis lurus yang diujungnya tanda panah dan di pangkalnya adalah titik.

Sudut dapat juga digambarkan dengan dua ruas garis yang berpotongan pada satu titik.

Perhatikan berbagai macam benda yang ada dikelasmu. Pada bagian pojok buku, permukaan meja, lemari dan papan tulis ada sudutnya. Apakah bagian pojok ruang kelasmu, pertemuan antara dinding dengan lantai kelas membentuk sudut?

Sudut terdiri dari dua buah kaki sudut, titik sudut dan daerah sudut.

Kaki sudut adalah sinar yang membentu sudut.

Titik sudut adalah titik potong dua sinar.

Daerah sudut adalah daerah yang dibatasi oleh kaki-kaki sudut.

Daerah sudut disebut besar sudut. Besar sudut tidak ditentukan oleh panjang atau pendeknya kaki sudut.

Sudut pada gambar 2.1 di bentuk oleh garis AB dan garis AC dengan titik pangkal A.

  • Garis AB dan AC disebut kaki sudut, di tulis AB dan AC.
  • Titik A disebut titik sudut
  • Daerah yang diarsir disebut daerah sudut

 

Sudut pada gambar 2.1 dapat dinamakan sudut BAC yang disimbolkan dengan ÐBAC atau dapat pula dinamakan dengan sudut CAB yang disimbolkan dengan ÐCAB atau dapat pula hanya ditulis sudut A yang disimbolkan dengan  ÐA.

 

 

Gambar 2.1 hal 185 VII

 

 

B.     Macam-macam Satuan Sudut.

1.      Ukuran Sudut dalam Derajat

Ukuran sudut yang sering digunakan adalah derajat.

Misalkan sebuah benda bergerak pada sebuah lintasan yang berbentuk lingkaran seperti pada gambar 2.2. padad mulanya benda tersebut pada titik A kemudian ke titik B, C dan akhirnya kembali lagi ke titik A.benda tersebut dikatakan bergerak dalam satu putaran dan panjang lintasan sama dengan keliling lingkaran. Satu putaran penuh sama dengan 3600.

 

 

Gambar 2.2 hal 186 VII

 

 

 

Bumi berevolusi mengelilingi matahari pada orbit yang berbentuk lingkaran, jarak satu kali putaran dapat terbagi menjadi 360 bagian dan tiap-tiap bagian diberi nama 1 derajat, ditulis dengan lambang 10.

 

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa:

1 derajat adalah besar sudut yang diputar oleh jari-jari lingkaran sejauh 1/360 putaran atau 10 = 1/360 putaran.

Ukuran sudut yang lebih kecil daripada derajat adalah menit dan detik. Menit dilambangkan dengan (’) dan detik dilambangkan dengan (”).

 

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa:

Hubungan antara derajat, menit, dan detik dinyatakan sebagai berikut:

1 derajat     = 60 menit atau 10           = 60’

1 menit       = derajat atau 1’     = 0

1 menit       = 60 menit atai 1’         = 60”

1 detik        =  menit atau 1 ”     =

Contoh 2.1

Nyatakan dalam menit, detik atau bentuk yang lebih sederhana.

a.       60

b.      80”

c.       650 75’ 70”

 

Penyelesaian:

a.       60 = 6 x 60’ = 360’

b.      80” = 60” + 20” = 1’ 20”

c.       650 75’ 70” = 650 76’ 10” = 660 16’ 10”

 

Contoh 2.2

Sederhanakan bentuk (800 4’).

Penyelesaian:

(800 4’) = 200 4’

 

Contoh 2.3

Nyatakan 1120 40’ dalam bentuk desimal.

 

Penyelesaian:

1120 40’     = 1120 + 40’

                  = 1120 +(40 x )0

                  = 1120 +

                  = 1120 + 0, 670

                  = 112,670 = 112,70

 

2.      Ukuran sudut dalam desimal

Ukuran sudut selain derajat adalah radian. Untuk mengenal dan memahami sudut dalam radian, amati dua buah lingkaran pada gambar 2.3 dengan pusat pada sebuah titik yang sama.

 

 

Ganbar 2.3 hal 187 VII

 

 

O adalah titik pusat pada kedua lingkaran,

d.       

 

 

 

C.     Kamu telah mengenal alat-alat ukur dan penggunaanya dalam pengukuran. Misalnya:

1.      untuk mengukur panjang digunakan mistar atau pita ukur

2.      untuk mengukur panas digunakan thermometer

3.      untuk mengukur massa digunakan neraca

4.      untuk mengukur sudut digunakan busur derajat

 

gambar busur derajat ditunjukan pada gambar 2.1 di bawahini.

 

 

 

 

Busur derajat adalah alat untuk mengukur besar sudut dengan satuan derajat

Pada busur derajat terdapat dua satuan angka, yaitu bagian atas dan bagian bawah. Pada bagian atas, dari kiri ke kanan tertulis angka 0, 10, 30, … 180. garis penghubung angka 0 (bagian atas) dan angka 0 (bagian bawah), selanjutnya di sebut garis horizontal. Dan garis yang tegak lurus pada garis itu disebut garis vertikal. Perpotongan natara garis horizontal dan garis vertikal disebut pusat busur.

 

Tugas 2.1

Salinlah tugas berikut di buku latihanmu. Kemudian kerjakan sesuai dengan perintah yang diberikan

Gunakan busue derajatmu untuk mengerjakan soal-aoal di bawah ini!

1.      Tentukan besar sudut ABC di bawah ini.

 

Hal 191 VII

 

 

2.      perhatikan gambar di samping! Jika ÐAPB = (

 

Sebelumnya, saya hendak mengajak saya pribadi untuk mendawamkan amalan ini, dan semoga Allah menganugerahkannya amalan ini agar jadi kebutuhan saya dan Anda. Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) yang terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.
Tidak percaya?
Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. “Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya Anda terbebas dari infeksi dan kanker”. Beliau melontarkan pernyataanya itu dalam desertasinya yang berjudul ‘Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan Perubahan Response Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi”.
Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya. Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah shalat tambahan atau sholat sunah. Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi coping).
Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati wajib). Ia menitik beratkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan. Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.
Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. “Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Begitu sebali knya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.
Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11 rakaat, masing masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika). Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil.
“Jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi. Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress.” Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.
Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita?
Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik yang bernama “Pengobatan Melalui Al Qur’an” Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam)dan sebagainya. Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam, maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal.
Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang 5 waktu yang di wajibkan oleh Islam.
Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya” karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.
Kesimpulannya: Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial masyarakat saat ini.
Anda ingin beramal shaleh? Tolong kirimkan kepada rekan-rekan muslim lainnya yang Anda kenal.

1.1. Pengertian Macam-macam Himpunanunan bilangan: P = himpunanunan bilangan bulat positif = {1,2,3,…} A = himpunanunan bilangan Asli = {1,2,3,4,….} C = himpunanunan bilangan cacah = {0,1,2,3,4,…} Z = himpunanunan bilangan bulat = {…,-2,-1,0,1,2,…} Q = himpunanunan bilangan rasional R = himpunanunan bilangan riil Bilangan bulat terdiri atas a. Bilangan Bulat Positif (bilangan Asli) = {1,2,3,…} b. Bilangan Nol yaitu {0} c. Bilangan Bulat Negatif yaitu {-1,-2,-3,….} Jadi bilangan bulat dapat di tuliskan B = {…,-3,-2,-1,0,1,2,3,…} Jika digambarkan dalam garis bilangan sebagai berikut : 1.2. Operasi Bilangan Bulat A. Penjumlahan bilangan bulat: a. Jumlah dua bilangan bulat positif hasilnya bilanan bulat positif Contoh : 1. 7 + 4 = 11 dapat dilihat 7 dan 4 bulat(+) dan menghasilkan 11 juga bulat(+) 2. 5 + 12 = 17 dapat dilihat 5 dan 12 bulat(+) dan menghasilkan 17 juga bulat(+) b. Jumlah dua bilangan bulat negatif hasilnya bilanan bulat negative 1. -7 + (-4) = -11 dapat dilihat -7 dan -4 bulat(-) dan menghasilkan -11 juga bulat(-) 2. -5 + (-12) = -17 dapat dilihat -5 dan -12 bulat(-) dan menghasilkan -17 juga bulat(-) c. Jumlah bilangan positif dengan negatif dapat menghasilkan bilang positif atau bilangan negatif 1. 7 + (-12) = -5 2. -7 + 12 = 5 0 1 2 3 -1 -2 -3

Langkah Pembuatan Aplikasi Web
Pengetahuan mengenai langkah yang akan ditempuh untuk membangun sebuah Aplikasi Web sangatlah berguna supaya proses yang dilakukan lebih terstruktur dan terorganisir.
Langkah-langkah untuk membangun Aplikasi Web berbasis PHP dan MySQL dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu :
1. Analisis
a. Membangun sistem yang secara konseptual menunjukkan bagaimana data/informasi akan diorganisasikan, diakses, dimanipulasi, dan ditampilkan, serta bagaimana navigasinya.
b. Aplikasi dapat digunakan lebih dari satu pengguna (share) dengan menggunakan suatu authentication system.
2. Arsitektur
a. Arsitektur data : menentukan sumber data (HTML, file, database) apa saja yang dibutuhkan, dimana letaknya, dan bagaimana cara mengaksesnya.
b. Arsitektur perangkat lunak : menentukan apa saja yang akan dibuat sebagai program PHP, apa saja yang akan dibuat sebagai ungsi yang dibuat dengan PHP, bagaimana menggunakan dan bagaimana cara memanggilnya.
f
c. Arsitektur tampilan : mendesain tata letak dan tampilan.
d. Arsitektur infrastruktur : menentukan di server mana website akan diletakkan, dimana program PHP akan dijalankan, platform komputer apa yang akan digunakan.
3. Implementasi
a. Membuat halaman-halaman (file) template.
b. Membangun dan menguji kode program PHP dan fungsi-fungsi yang digunakan.
c. Menginstal komponen infrastruktur yang dibutuhkan.
d. Menginstal dan menjalankan system.
Aspek-aspek yang dibangun
Ada 3 aspek yang akan dibangun yakni :
1. User Area;
2. CMS;
3. Website Pengguna.
Untuk lebih detilnya 4 aspek diatas akan dipaparkan dalam uraian berikut :
User Area
Adalah pengguna CMS yang telah diberi akses dan kewenangan berdasarkan level. Akan ada dua level pengguna yakni admin dan user biasa yang satu sama lain memiliki kewenangan dan ruang lingkup yang berbeda.
Admin Area
Disini administrator CMS mempunyai kewenangan sebagai superuser yang mengatur pengguna dan kewenangannya. Hanya ada satu user administrator sebagai superuser.
Admin, pengguna yang memiliki level Administrator memiliki beberapa kewenangan diantaranya pengaturan user meliputi :
– Membuat user baru
– Mengaktifkan dan non-aktifkan user
– Menghapus User
User Biasa
User yang diberi hak untuk menggunakan CMS dapat dengan leluasa mengatur dan mengelola data yang ada pada websitenya. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pengguna tersebut adalah :
– Pengaturan Navigasi (menu).
– Pengaturan Kategori Halaman.
– Pengaturan Isi Halaman
– Pengaturan Modul-modul (Berita, Buku Tamu, Jajak Pendapat)
– Pengaturan Profil
– Perubahan Password, Theme dll

Ada beberapa permasalahan yang seringkali muncul pada saat baru mulai membuat web, biasanya hal ini dialamai oleh pemula yang baru belajar bikin web.
Misalnya dari email yang baru aku terima pagi ini, katanya dia baru belajar, dia sudah bikin webnya di secara ofline dan ok-ok saja sesuai dengan harapan, tapi ketika sudah di upload baru timbul beberapa permasalahan, misalnya, image nggak muncul, background hilang, file hilang atau gak muncul dll.
1.BIKIN BLOG BISA DALAM KEADAAN OFFLINE GA? SEPERTI BIKIN WEB?
2.SUSAH MANA BIKIN WEB ATO BLOG?
AKHIRNYA SAYA COBA BIKIN WEB DI GEOCITIES BWT SARANA BELAJARNYA,
JADI ,TAPI WAKTU DI UPLOAD KOK YG NONGOL CUMA TULISAN DOANG ?
PADAHAL SAAT OFFLINE SAYA PASANG GAMBAR PLUS BACK GROUND,PLUS MUSIC
BACKGROUND PKE FORMAT FLASH TAPI KOK GA NONGOL
YA? PADAHAL SAYA UDAH JALANI RULES NYA ATURAN PEMASANGAN PAKE JPG DAN
GIF,DENGAN UKURAN YG NORMAL SPERTI WEB2 LAINNYA…
Pertanyaannya sebenarnya panjang tapi aku potong ajah. biar gak kepanjangan postingnya.
Untuk bikin blog tau web sama-sama bisa dilakukan secara ofline, bedanya blog ama web? aku bilang sama ajah. cuman beda penyebutan dan fungsi secara khusus ajah.
Website secara umum dibagi menjadi beberapa jenis dilihat dari fungsinya: Portal (yahoo, plasa, astaga, detik) , forum (adsense id, myquran, forum ponsel) , blog (punyaku isnaini.com) , e-commerce (amazon, e-bay) dan social networking (friendster, hi-5, myspace).
Langkah awal ketika kamu pengen bikin web adalah menentukan dulu apa yang pengen kamu bikin, nantinya buat apa? baru kemudian kamu mulai bikin webnya. Untuk web statis, kamu bisa pake dreamweaver untuk membuat halaman-halamannya kemudian di upload ke internet/webhosting. Sedangkan untuk membuat web dinamis seperti blog, selain harus bisa dreamweaver atau software html editor lainnya, kamu juga harus bisa salah satu web programming seperti php, asp, javascript, css dan tentu saja html.
Kalo males belajar web programming, kamu bisa pake cms (content management system) yang bisa langsung dipake tanpa harus capek-capek belajar pemrograman web. Ada banyak pilihan cms, tergantung kamu mau bikin apa, hampir semua tersedia. kalo khusus untuk bikin blog kamu bisa pake wordpress
Untuk pembuatan website statis menggunakan sofware apapun nggak masalah, yang penting adalah pemahaman tentang struktur dan cara kerja sebuah website, baik itu offline maupun setelah online. Kesalahan seperti file tidak tampil/muncul sebenarnya karena beberapa hal, misalnya, file tersebut di upload ke tempat/folder yang salah.
1. Untuk file homepage biasanya web hosting menggunakan nama file index.html, index.php atau extensi lainnya. Jadi selalu beri nama file kamu index.html atau extensi lainnya untuk file awal yang kamu pengen muncul ketika website kamu di buka.
2. Lihat struktur website kamu, baik sewaktu offline maupun pada saat online harus sama, selalu pisahkan antara file .html dan file lainnya ke dalam folder, misalnya untuk menyimpan file gambar/foto sebaiknya buat folder khusus dan beri nama gambar/images, misalnya struktur file website saya seperti ini:
Offline website saya ada di c:/isnaini :
c:/isnaini
o index.html
o profil.html
o galeri.html
o kontak.html
o intro.swf
c:/isnaini/images
o foto1.jpg
o foto2.jpg
o foto3.jpg
o header.jpg
Kemudian file saya upload ke geocities dengan url http://geocities.com/isnainidotcom maka file saya adalah:
http://geocities.com/isnainidotcom
o index.html
o profil.html
o galeri.html
o kontak.html
o intro.swf
http://geocities.com/isnainidotcom/images
o foto1.jpg
o foto2.jpg
o foto3.jpg
o header.jpg
3. Dari struktur file diatas bisa dilihat, bahwa semua file harus diletakkan pada masing-masing tempatnya, kalo di ofline terdapat folder image, di hosting juga harus ada. hal ini untuk menghindari missing file (404 file not found)
4. Selalu gunakan huruf kecil untuk nama file dan folder, jangan pake huruf besar (kapital) karena di beberapa hosting termasuk case sensitive.
5. Untuk file flash atau .swf sebaiknya jangan di letakkan di dalam folder images, tetapi disatukan dengan file-file .html.
6. Upload masing-masing file ke web hosting sesuai dengan nama dan folder dimana file tersebut diletakkan.